Dinilai Janggal, Agus Nuria Belum Buka Suara Soal Proyek Jembatan Layang


0


Visi.news – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung, Agus Nuria belum buka suara terkait proyek pembangunan jembatan layang oleh Pemkab Bandung yang dinilai janggal dan terindikasi dimainkan.

Jauh hari sebelumnya, seperti dilansir soreangonline.com, Bupati Bandung Dadang Naser mengingatkan jajarannya untuk terbuka kepada media. Begitu pula sebaliknya, media harus memahami dengan apa yang tengah dihadapi pemerintah.

Menurutnya, ketika ada informasi negatif terhadap pemerintahan, media harus mengkonfirmasi dahulu terkait kebenarannya.

Sebaliknya juga, perangkat daerah harus memfasilitasi apabila ada rekan media yang hendak mengkroscek suatu informasi.

Tak hanya Kadis PUPR, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bandung Dian Wardiana juga belum memberikan konfirmasi, termasuk anggota Komisi C DPRD Kab. Bandung, yang juga Ketua Fraksi NasDem, Toni Permana.

Padahal, Komisi C DPRD Kabupaten Bandung yang menemukan dugaan pembangunan skywalk tak sesuai dengan bestek. Bahkan, material yang digunakan tidak sesuai dengan dokumen perencanaan.

Pusat Kajian dan Advokasi Masyarakat (Pusam) Indonesia Oscar Vigator Wolo dikutip dari kompas.com mengatakan, anggota DPRD itu dibayar negara dari hasil pajak rakyat untuk berbicara memperjuangkan hak-hak rakyat. Kalau wakil rakyat tidak bicara, fungsi kontrolnya bisa saja tidak jalan.

Sebelumnya, menurut Koordinator Investigasi Center For Budget Analisis, Jajang Nurjaman, proses rancangan umum penganggaran terkait proyek Skywalk sebenarnya sudah dimasukkan di tahun anggaran 2018. Saat pagu anggaran tercatat Rp 11,63 m dan target pekerjaan selesai di tahun 2018.

Anehnya, dalam pengadaan secara elektronik yang dipublikasi oleh Pemkab Bandung, justru berbeda dari Rencana penganggaran. Nilai pagu menjadi Rp 20 m dan yang dipakai sebesar Rp 17,4 m.

“Kami menduga kebutuhan real anggaran proyek terkait proyek Skywalk ini tidak sampai Rp 17,4 m. Diduga kuat, ada permainan dalam proses lelang, mulai dari penentuan nilai proyek sampai pemenang tender,” ujar Jajang kepada Soreangonline.com.

“Karena proses rancangan penganggaran sampai proses lelang asal-asalan “dimainkan”, proses pekerjaan pun asal-asalan,” tuturnya, kemarin.

CBA mendorong pihak penegak hukum khususnya Kejari Kab. Bandung untuk segera membuka penyelidikan atas proyek ini dan memeriksa Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan, PPK serta Kuasa Pengguna Anggaran terkait.

Sebelumnya, diberitakan pembangunan jembatan layang (skywalk)  yang menghubungkan Mesjid Al Fathu dengan Gedong Budaya Sabilulungan Soreang yang sampai sekarang belum juga rampung sehingga mengundang kekecewaan banyak pihak.

“Apalagi proyek jembatan itu menjadikan masjid kehilangan nilai estetika keagungan sebagai tempat sakral karena seninya tidak muncul.,” kata Ketua NasDem Kab. Bandung, H. Agus Yasmin.@mpa





Lanjut Baca


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
infopolitik

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *